“ TRAH PEMBAHARUAN ”

By prasadha

Masyarakat Indonesia adalah pejuang, berjuang untuk hidup. Tak kerja tak makan. Saling menatap dan memandang, masing-masing punya prinsip dan berprinsip :

‘Yang kaya berprinsip menambah harta dan kalau bisa jangan berkurang’.

‘Yang tak punya berprinsip, bagaimana besok akan mencari tuk makan’.

‘Yang kaya berprinsip, tak ada teman maupun lawan, asal itu bisa menguntungkannya’.

‘Yang tak punya berprinsip, mencari teman dan menjadikan lawan jadi teman’.

Indonesiaku tak akan maju, dulu dijajah bangsa lain. Sekarang dijajah bangsa sendiri, saling menjegal, musuh jadi kawan, kawan jadi musuh. Wahai masyarakat Indonesia, bersatulah seperti saat kita dijajah para penjajah. Dulu berjuang dengan bambu runcing, sekarang berjuang dengan kenestapaan. Veteran jadi sejarah, penghormatannya jadi logam tak berharga.

Tanduk-tanduk setan jadi senjata. Menipu, berbohong, mengambil harta rakyat, mencuri kekayaan bangsa. Rakyat hanya jadi kendaraan, kendaraan yang tak terawat, yang tak pernah diganti oli. Kekuasaan sekarang bukan ditangan Presiden maupun MPR/DPR, tapi kekuasaan sekarang ada di tangan ‘ u a n g ‘. Hukum bagai tombak yang dijualbelikan di pasar, tawar menawar harga yang pas. Merdu kicau burung sudah jarang terdengar, sawah sudah ditanam beton-beton yang panas dan kokoh. Air yang jernih jadi aliran limbah, hutan kini jadi padang gersang. Tak dapat menjaga, bisanya hanya merusak. Pejuang-pejuang Indonesia, jadilah patriot sejati, jangan lunturkan kepatriotisme-mu dengan suapan uang yang haram. Lebih baik berkalang tanah daripada hidup dalam kebohongan.

Apa yang terjadi di Indonesia? Apakah ini Indonesia? Inikah Indonesia yang dulu gagah berani melawan penjajah? Milik siapakah Indonesia ini? Kenapa rakyat Indonesia tidak merasakan kekayaan negara dan bangsa? Kemanakah kekayaan Indonesia kita? Jasmerah = Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Tapi sekarang sudah melupakan sejarah. Sekarang sudah menjadi jelas-jelas meninggalkan sejarah ( Jasmerah ). Jangan lagi pakai Jasmerah, bikin malu.

Masyarakat Indonesia tidak punya satu tujuan. Indonesia bukan negara berkembang, tapi negara berkabung. Politik negara maju diterapkan di Indonesia? Itu belum siap. Belum lah siap Indonesia berpolitik seperti saat ini. Kasihan rakyat. Kenapa rakyat tidak mereka pikirkan ? Kenapa mereka memikirkan kemakmuran partai, lalu kapan rakyat dipikirkan ? Sosok yang ideal Presiden dan Wakil Presiden belum ada dan akan kacau terus, karena program 5 tahun sekali terus berganti. Indonesia akan maju kalau dipimpin selama periode 15 tahun, berPresiden sipil, berwakil militer.

Tak ada kata yang paling berharga daripada ” loyalitas dan patriotisme ‘. Mereka hanya memajukan perut dan monyong mereka, bertutur kata yang manis laksana penyair yang kasmaran, tersenyum ramah laksana sedang menerima tamu kehormatan. Aduhai pemimpin-pemimpin bangsa, janganlah jadi dasamuka, jadilah diri kalian yang dulu juga dari rakyat.

Periode kepemimpinan 5 tahun sekali dengan kemaksimalan terbatas 2 kali pemilihan, tak akan dapat dan sanggup memulihkan keadaan bangsa Indonesia. Kepemimpinan harus berjalan dahulu minimal dalam jangka waktu 15 tahun seseorang memimpin bangsa Indonesia. Indonesia telah dibuka kepemimpinan dengan 2 trah. Satu trah orde lama, dua trah orde baru. Satu trah lagi Indonesia bisa memperbaiki diri, sebutlah trah pembaharuan. Sekarang semua sudah dijadikan kendaraan berpolitik, dari agama, rakyat, ekonomi, sosial budaya dan sampai fitnah serta seksualitas. Berlomba-lomba mencari muka di depan rakyat, mengobral janji dan lalu berkhianat. Rakyat Indonesia terus berjuang dari masa ke masa. Biru langitnya, tandus tanahnya, berpupuk keringat, tersenyum dalam kesedihan yang tak terlihat, mata nanar mencari sesuap asa, menelan pahit dirasa manis, berbaju keluguan, beralas kebodohan, pendidkan bagai terletak di negeri seberang, dilirikpun tidak ditengokpun enggan.

Soekarno

Tags: , , , ,

Leave a Reply