Tepat tanggal 14 Desember 2007, petinggi Federasi Sepak Bola Inggris menunjuk pelatih Fabio Capello sebagai arsitek Timnas Inggris yang berjuluk skuad “The Three Lions”. Pro dan kontra publik Inggris mewarnai pengangkatan Fabio sebagai pelatih skuad “The Three Lions” tersebut. Dukungan kuat diberikan kepada Capello oleh pelatih Sven-Goran Eriksson, mantan arsitek Timnas Inggris yang kini melatih di klub Inggris,Manchester City. Fabio Capello dan Eriksson; yang diganti oleh Steve Mc Laren sebagai pelatih skuad “The Three Lions” ,merupakan sahabat karib saat keduanya menjadi pelatih di AS Roma dan SS Lazio di liga serie A, Italia.
Fabio Capello merupakan Italiano yang sukses menjadi pelatih dalam level klub. Empat klub elite daratan Eropa yaitu AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid sukses dibawa Capello merajai liga-liga top Eropa serta trofi di berbagai ajang kompetisi Eropa.
Menangani sebuah Timnas merupakan yang pertama kali bagi pelatih Fabio Capello. Track record-nya yang bersinar sebagai pelatih klub dipertaruhkan saat menjadi pelatih Timnas Inggris skuad “The Three Lions”, mengingat begitu tajam dan kritisnya media massa di Inggris. Agaknya melatih Timnas Inggris merupakan Sudden Death bagi karir kepelatihan Fabio Capello. Gagal atau justru meroketkah karir pelatih Italiano ini ? Perjalanan waktu dan prestasi yang menjadi fakta jawaban untuk pertanyaan tersebut….!
Sehari setelah diangkat menjadi pelatih Timnas Inggris, Fabio Capello; Italiano yang digaji bersih 4,5 juta pounds (sekitar Rp 85,5 miliar) per tahun oleh FA dengan kontrak 4,5 tahun , menegaskan akan mundur total dari sepak bola setelah menangani skuad “The Three Lions”. Capello, Italiano berusia 61 tahun tersebut menyatakan apapun prestasi yang diraih bersama skuad “The Three Lions” merupakan akhir perjalanan karirnya.
Ekspektasi yang tinggi dari fans sepak bola Timnas Inggris, protes dan suara-suara minor dari pelatih-pelatih Inggris serta luar Inggris atas terpilihnya Fabio sebagai arsitek skuad “The Three Lions” serta tiadanya restu dari sang Bunda Evelina Tortul (81 tahun) merupakan tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh pelatih Italiano ini. Namun Capello mempunyai metode yang ampuh yang selama ini mengantarnya sukses bersama klub-klub papan atas Eropa.
Beberapa diantaranya yaitu :
1. Tidak ada pemain bintang, “anak emas di dalam tim”.
2. Mengekspos kelemahan pemain, semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kemampuannya.
3. Pelatih harus mendapatkan rasa hormat dan respek dari pemainnya, sehingga Capello kerap dijuluki ‘ diktator’.
4. Pelatih harus bersikap rendah hati dan mempuyai kepribadian yang kuat.
5. Seorang pelatih perlu berbicara kepada pemainnya, namun bukan berarti menjadi temannya karena menjadi teman salah seorang dari mereka akan menimbulkan kecemburuan bagi yang lainnya.
6. Pelatih harus mempunyai karakter tegas, keras, dan kuat untuk membendung tekanan publik dan media yang tajam.
Sekilas tentang FABIO CAPELLO :
1. Tempat/Tanggal lahir : San Canzian d’Isonzo, Gorizia, Italia, 18 Juni 1946
2. KARIR PEMAIN : * Spal (1964-1967), 3 gol dari 49 kali penampilan. * AS Roma (1967-1969), trofi pertama Coppa Italy, 1969. * Juventus (1969-1976), scudetto 1972, 1973, 1975. * AC Milan (1976-1979), scudetto 1979.
3. KARIR TIMNAS : 32 CAPS, 8 gol ( 2 diantaranya vs Inggris; 14 Juni 1973 di Turin & 14 November 1973 di Wembley).
4. KARIR PELATIH :
* AC Milan (1991-1996), 4 scudetto, juara Liga Champion 1994, juara Piala Super Eropa. * Real Madrid (1996-1997), juara liga Primera. * AC Milan (1997-1998), posisi ke 10. * AS Roma (1999-2004), scudetto 2001,runner-up 2002&2004, Runner-up Coppa Italy 2003. * Juventus (2004-2006), scudetto 2004-2006 namun dicopot & degradasi karena calciopoli. * Real Madrid (2006-2007), juara Liga Primera. Walau sukses membawa juara tetap dipecat digantikan Bernd Schuster pada 28 Juni 2007.
Tags: Fabio Capello, Sepak Bola, The Three Lions, Timnas.
January 7, 2008 at 1:25 pm
hahahah…yg pertama neh…
content blog nya T.O.P dah sukses pak kapten dengan blogna…hohoho
January 10, 2008 at 11:16 am
iya neeh.. belajar nulis..
Biar ga gaptek he..he..