“ TRAH PEMBAHARUAN ”

January 28, 2008 by prasadha

Masyarakat Indonesia adalah pejuang, berjuang untuk hidup. Tak kerja tak makan. Saling menatap dan memandang, masing-masing punya prinsip dan berprinsip :

‘Yang kaya berprinsip menambah harta dan kalau bisa jangan berkurang’.

‘Yang tak punya berprinsip, bagaimana besok akan mencari tuk makan’.

‘Yang kaya berprinsip, tak ada teman maupun lawan, asal itu bisa menguntungkannya’.

‘Yang tak punya berprinsip, mencari teman dan menjadikan lawan jadi teman’.

Indonesiaku tak akan maju, dulu dijajah bangsa lain. Sekarang dijajah bangsa sendiri, saling menjegal, musuh jadi kawan, kawan jadi musuh. Wahai masyarakat Indonesia, bersatulah seperti saat kita dijajah para penjajah. Dulu berjuang dengan bambu runcing, sekarang berjuang dengan kenestapaan. Veteran jadi sejarah, penghormatannya jadi logam tak berharga.

Tanduk-tanduk setan jadi senjata. Menipu, berbohong, mengambil harta rakyat, mencuri kekayaan bangsa. Rakyat hanya jadi kendaraan, kendaraan yang tak terawat, yang tak pernah diganti oli. Kekuasaan sekarang bukan ditangan Presiden maupun MPR/DPR, tapi kekuasaan sekarang ada di tangan ‘ u a n g ‘. Hukum bagai tombak yang dijualbelikan di pasar, tawar menawar harga yang pas. Merdu kicau burung sudah jarang terdengar, sawah sudah ditanam beton-beton yang panas dan kokoh. Air yang jernih jadi aliran limbah, hutan kini jadi padang gersang. Tak dapat menjaga, bisanya hanya merusak. Pejuang-pejuang Indonesia, jadilah patriot sejati, jangan lunturkan kepatriotisme-mu dengan suapan uang yang haram. Lebih baik berkalang tanah daripada hidup dalam kebohongan.

Apa yang terjadi di Indonesia? Apakah ini Indonesia? Inikah Indonesia yang dulu gagah berani melawan penjajah? Milik siapakah Indonesia ini? Kenapa rakyat Indonesia tidak merasakan kekayaan negara dan bangsa? Kemanakah kekayaan Indonesia kita? Jasmerah = Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Tapi sekarang sudah melupakan sejarah. Sekarang sudah menjadi jelas-jelas meninggalkan sejarah ( Jasmerah ). Jangan lagi pakai Jasmerah, bikin malu. Read the rest of this entry »

Inter Milan kalahkan AC Milan 2-1, dalam derby della madonnina |Inter Champione de inferno.

December 24, 2007 by prasadha

Pada giornata ke-17; Minggu 23 Desember, Inter Milan menghempaskan AC Milan dengan skor 2-1. Hasil ini sekaligus mengukuhkan Inter sebagai Champione de Inferno.

AC Milan yang juara FIFA Club World Cup 2007, dalam derby della madonnina ini unggul terlebih dahulu lewat tendangan bebas Andrea Pirlo menit ke-18. Namun Inter Milan segera membalas pada menit ke-36 setelah Julio Cruz lepas dari kawalan pemain belakang AC Milan. Pada babak kedua Inter Milan terus menggempur pertahanan Milan. Kemenangan Inter dipastikan setelah Esteban Cambiasso pada menitke- 63 melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak dapat dihalau oleh kiper Milan, Dida.

Ini adalah kemenangan Inter ke-61 atas AC Milan dalam pentas serie A. Pada Serie A , kedua klub bertemu 169 kali dengan Milan meraih kemenangan 56 kali, sisanya seri. Sedangkan dalam berbagai even , derby della madonnina telah berlangsung 267 kali dengan hasil AC Milan 104 menang, 72 seri dan Inter 91 menang.

Read the rest of this entry »

‘Italiano’ Fabio Capello, menjadi pelatih Timnas Inggris|skuad “The Three Lions”

December 21, 2007 by prasadha

Tepat tanggal 14 Desember 2007, petinggi Federasi Sepak Bola Inggris menunjuk pelatih Fabio Capello sebagai arsitek Timnas Inggris yang berjuluk skuad “The Three Lions”. Pro dan kontra publik Inggris mewarnai pengangkatan Fabio sebagai pelatih skuad “The Three Lions” tersebut. Dukungan kuat diberikan kepada Capello oleh pelatih Sven-Goran Eriksson, mantan arsitek Timnas Inggris yang kini melatih di klub Inggris,Manchester City. Fabio Capello dan Eriksson; yang diganti oleh Steve Mc Laren sebagai pelatih skuad “The Three Lions” ,merupakan sahabat karib saat keduanya menjadi pelatih di AS Roma dan SS Lazio di liga serie A, Italia.
Fabio Capello merupakan Italiano yang sukses menjadi pelatih dalam level klub. Empat klub elite daratan Eropa yaitu AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid sukses dibawa Capello merajai liga-liga top Eropa serta trofi di berbagai ajang kompetisi Eropa.
Menangani sebuah Timnas merupakan yang pertama kali bagi pelatih Fabio Capello. Track record-nya yang bersinar sebagai pelatih klub dipertaruhkan saat menjadi pelatih Timnas Inggris skuad “The Three Lions”, mengingat begitu tajam dan kritisnya media massa di Inggris. Agaknya melatih Timnas Inggris merupakan Sudden Death bagi karir kepelatihan Fabio Capello. Gagal atau justru meroketkah karir pelatih Italiano ini ? Perjalanan waktu dan prestasi yang menjadi fakta jawaban untuk pertanyaan tersebut….!
Read the rest of this entry »